Category: i-PoEm’s


Aku Benci Rasa Cinta Ku

Angan seketika terlontar jauh menghilang
Kedap telinga atas kutukan jiwa rapuh
Ungkap semua tanya menjadi air mata

Beku rasa hati baru perlahan mulai mecair
Elegi manis bahkan masih terasa damai kala itu
Noda hancurkan harapan yang terpahat angan
Cerca semua keyakinan hati hingga rapuh
Ingkari tapak jalan yang telah terlanjur tertatap

Rengkuh
Asa
Sisihkan
Amarah

Carikan ku hasrat tuk wajah yang terpana
Imingi dengan janji lain yang ku ragu
Nestapa ku percaya tak akan terasa
Terlanjur ku tatap lara semua impian
Akhiri saja rasa walau ku kan tersesat

Kosong tak peduli
Untai tak terurai

Upon a Year End

angelwings

Continue reading

A Year Of Memories

Getaran dalam hati terasa

Ku tau bahwa ku mulai merona

Panah asmara tlah nyata ukir nama cinta

Rongga dada sesak setelah lama hampa

Ingin ku terbang dengan sejuta sayap merpati

Ingin ku lari dengan derapan langkah kuda pacu

Ingin ku rengkuh dengan deru terjang ombak

Ingin ku sepadan dengan langit biru yang luas

Pasti… Bersamamu Cinta…

Hingga akhir masa kita ada…

Mata dan hatimu temani kalbu ku…

Terima Kasih Bintang di hati ku…

I Wrote This For Her, in the Same Month, Last Year

Rangkaian Kata Cinta Tuk Ayah Bunda

Ayah Bunda


Ku awali hidup ini dengan tangisan yang menggema

Lalu ku dipeluk dibuai dalam ikatan kasih dan cinta

Sampai saat ku mulai menapak dan mengucap kata

Hingga akhirnya ku pahami apa arti duka dan cita


Terima Kasih Ananda haturkan tuk Ayah dan Bunda

Sungguh tiada mampu Ananda membalas segala jasa

Mungkin hanya ini kuasa Ananda tuk lukiskan cinta

Melalui rangkaian kata yang terpahat menjadi prosa

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Salam sayang ananda haturkan selalu tuk

Ayahanda

“Albert Yusuf Dien”; “Alm. Nana Suryana”

Ibunda

“Nurlaila Suci Rahayu Rais”; “Miswarie Saleh”

Anakmu

-=Jovial Dien & Chichi Nansari=-

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Rekayasa

(JJ, April, 2008)

Tatap nanar di tengah padang rumput luas

Tapi hanya rona warna putih yang tampak

Kemana sinaran pergi memantul bias

Kiranya mata yang mengatup lupa terbelalak

Sinaran itu Pudar… tak ada celah tuk nampak

Selinap pun ta kuasa karna rongga tak berpori

Senantiasa berteriak memohon tuk masuk

Seketika pula asa itu terbang tak kembali

Rona cahaya sempat mengetuk jendela kaca

Nyaring terdengar, tapi telinga tak bergetar

Resapan bisikan lembut dibalik bilik sukma

Namun nyatanya tetap saja asik berkelakar

Akan semakin lama waktu menanti di teras rasa

Akan semakin pudar serta mulai beranjak tua

Akan semakin dalam hati sejak saat lalu berduka

Akan semakin terdiam di sela sujud yang terlalu lama

Andai warna itu cerah

Andai sinaran itu silau

Andai bisikan itu jelas

Andai penantian itu ada

Karena Ku Tak Pernah Tau !!!

Swan.jpg

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.