Dilematika hidup…

kala alam pikiran ini terus saja bertanya, namun nalar dan segala upaya selalu tak kuasa menemukan dan mencari jawaban… terkadang ku harus memilih untuk hidup dalam sebuah kebohongan…

Kan Ku pegang teguh sebuah konsep pembenaran, bahwa ada “kebohongan demi kebaikan”, walau sesungguhnya sangatlah rancu… sejauhmana Manusia dapat dengan Objektif menilai kebenaran, tataran dan indikator apa yang paling tepat untuk mensupport alih-alih “berbohong demi kebaikan”… karena samapai kapan pun semuanya akan tetap pada patronnya, Kala “arti kebaikan dapat berbanding lurus dengan arti keadilan, yaitu relatif dari satu sisi”…

sumtimes…

aku pun bertanya pada hasrat ku yang terkadang menggebu demi mengetahui sebuah kejujuran… NAMUN, simple ku bertanya… apakah sebuah kejujuran akan mengubah sikap, mood, semangat dan perasaan ku yang telah terbentuk… jika akan membawa sebuah perubahan… SKIP ajah degh… lebih baik hidup dengan topeng…

Try to be un-naive…

I’ve done so many mistake lately… tapi sebagai dasar pembenarannya… kesalahan-kesalahan tersebut memang sengaja ku lakukan… semuanya karena amarah dan benci karena merasa terbohongi… hingga sampai ku sengaja melakukan kesalahan tanpa rasa bersalah… Bagi ku… ini FAIR… ADIL… dan Sebuah Causa Sebab Akibat…

Walau memang… jauh di lubuk hati… one day… i’ll change to be better… aku berjanji dalam diri sendiri, Jika Hati ini mendadak merasa jauh lebih nyaman tidak ada firasat terbohongi lagi… maka ku akan berhenti seketika itu pula dan bangun dari kubangan kebohongan yang ku nikmati pula… I’ll be a better man… for now just follow what my heart feels…

Result is…

Hidup ini senantiasa di balut sebuah kebohongan yang terorganissir dalam hidup… dan belum tau sampai kapan kejujuran mampu tertidur…

Optimistic side…

Light still shine… n the door still leaved unlock till today… Just reach it… U’ll fine someone Smile (honestly) inside… just dunt affraid to say Hi…

Good side is…

Live seems like balanced… Live seems like nothin wrong… Live seems like perfect… Live seems so happy… even it would be more ilive if it purely produced from positive things…

So…

Sementara hindari resiko tuk mengetahui sebuah kejujuran atau menguak sebuah kejujuran… jika memang, garis keseimbangan dan parameter kenyamanan telah tercapai…

Toh…

Pahitnya sebuah kejujuran, tak akan membuat ku berhenti Tersenyum

Pahitnya sebuah kejujuran, tak akan membuat ku berhenti Tertawa

Pahitnya sebuah kejujuran, tak akan membuat ku berhenti Mencinta

Pahitnya sebuah kejujuran, tak akan membuat ku berhenti Berdendang

Pahitnya sebuah kejujuran, tak akan membuat ku berhenti Melangkah

Pahitnya sebuah kejujuran, tak akan membuat ku berhenti Bermimpi


-= Breathe… Just… To… Know… I… Am… Alive =-