Gaetano Scirea

Scirea Juve’s JerseyScirea Azzurri’s Jersey

Jika gw ditanya siapa pemain bertahan Italia yang paling melekat di hati, tentunya pilihan gw akan jatuh ke Gaetano Scirea… pemain yang hanya sempat 36 tahun menikmati kejayaannya di Dunia (25 Mei 1953 – 3 September 1989)… He was an Italian football who is considered one of the greatest defenders of all-time… dan hal ini diakui oleh semua referensi dan literature yang gw baca untuk mengilhami penulisan ini…

Menarik jika melihat komentar yang dapat di lihat di wikipedia

Gaetano Scirea… He played for the Italian national team for more than a decade during which he was irreplaceable as the leading defender, keeping the great Franco Baresi out of the national team for four years until he retired in 1986, and became World Champion with the 1982 FIFA World Cup winning team. Scirea is thought of by many as the best Italian defender of all time and the fact that he kept the outstanding Franco Baresi out of the team for so long is indicative of his sustained brilliance.

 

Now give me the main reason, why He was one of the most stunning Legend…

Pertama, ada baiknya jika kita menilik Profil Sang Legenda…

With SonScirea with daughter

Selanjutnya pemaparan lebih lanjut dari source di atas:

Scirea was a graceful defender of great skill and tactical ability. In contrast to the ruthless tactics often employed by other defenders, Scirea was renowned for his class, fair play and sportsmanship. He was never sent off or suspended during his entire career, which is probably a football record for a defender of international level, and this says a lot about his temperament and the level of his skill.

He played the sweeper, or libero, role for most of his career, and contributed to the development of this position initiated by Franz Beckenbauer in the 1970s. Thus, Scirea would detach himself from the defensive line and contribute to the attacking potential of his team, frequently being involved in the build-up of goals, and sometimes even scoring himself. In the latter part of his career, Scirea played a more defensive central-defender role, which he excelled at just the same.

Amazing profile… pa lagi kalo kita melihat sisi kepemimpinan dan semangat sportifitasnya dilapangan… pemain yang sepanjang karir nya dikenal sebagai pemain “terbersih” di atas lapangan hijau, apalagi jika kita menilik perannya sebagai defender utama pada team yang dibelanya (Juventus dan Italy), ia konsisten bermain bersih pada posisi yang umumnya rentan terhadap hukuman dari jajaran korps wasit Eropa…

No wonder… jika nama Scirea, dicintai oleh banyak Rekan dan Tifosi Juve dan Juga Italia… salah satunya komentar mantan Koleganya di Juventus dan timnas Italy, Dino Zoff, seperti yang dilansir pada Goal.com… seakan mengenang kebersamaannya di Team Azzurri dan Juventus.

“I miss Gaetano terribly and it annoys me that it was only after his death that his true worth as a player and man was recognised,” Zoff said.

Tifosi Juve hingga kini tak pernah melupakan sosok yang satu ini, sebagai salah satu bagian dari kejayan Juventus di masa lalu, apresiasi para tifosi. Utk mengenang kebesarannya serta menunjukan rasa cinta kpdnya sebuah Curva di Delle Alpi dinamakan Curva Scirea, selain itu namanya didedikasikan untuk beragam penghargaan pada kompetisi2 youth tournaments and fair-play awards (Trofeo Gaetano Scirea, Coppa Disciplina), as a role model for sportsmanship and sporting excellence.

Selanjutnya, pada level prestasi…

Pria, kelahiran Cernusco sul Naviglio (Provinsi Milan), kota yang berjarak 14 km dari kota Milan, pada 25 Mei1953 ini, telah banyak menorehkan tinta emas dalam sejarah, Pria yang bernomor punggung 6 (enam) di jersey kebanggaan Juventus ini, telah memenangi seluruh Trophy nasional and internasional yang diprakarsai oleh UEFA and FIFA, namanya sebanding dengan Antonio Cabrini, Sergio Brio, Stefano Tacconi and Danny Blind.

Memulai karir Atalanta. Ia melanjutkan kegemilangan karirnya ke Juventus pada musim 1974-75, Hingga berlari di lapangan hijau sebanyak 552 kali pertandingan resmi Italia dan Klub, mencetak 23 goal pada kompetisi Serie A dan International dengan memenangkan 14 piala, yang antara lain:

  • 7 x Italian League : 1974-1975, 1976-1977, 1977-1978,
    1980-1981, 1981-1982, 1983-1984, 1985-1986
  • 2 Italian Cup : 1978-1979, 1982-1983
  • 1 x European Cup : 1984-1985
  • 1 x Cup Winners Cup : 1983-1984
  • 1 x UEFA Cup : 1976-1977
  • 1 x European Super Cup : 1984
  • 1 x Intercontinental Cup : 1985
  • 1 x World Cup : 1982

Dengan rekor penampilannya sepanjang karirnya:

  • Atalanta : 58 kali, 1 goal
  • Juventus : 377 kali, 24 goal
  • Cup Winners Cup : 16 kali, 1 goal
  • European Cup : 42 kali, 0 goal
  • UEFA Cup : 27 kali, 2 goal
  • Azzurri : 78 kali, 2 goal

Source: Juventini Indonesia

Testimonial

Setelah masa karirnya berakhir, Scirea tetap mengabdi pada klub yang telah dibelanya selama 13 tahun itu, sang legenda berperan sebagai Scout di Juventus… pengabdiannya sangat besar, memang sepertinya hidupnya didedikasikan penuh untuk Juventus… yang hingga akhir masanya… Sciera meninggal dunia dengan membawa Bendera Bianconerra.

Scirea meninggal dunia pada umur 36 tahun, tepatnya pada tanggal 3 September 1989, dalam sebuah insiden kecelakaan lalulintas di Polandia. Insiden ini terjadi saat dirinya sedang menjalankan tugasnya untuk melihat calon lawan Juventus diperhelatan UEFA Cup, dan memberikan kesedihan yang amat mendalam bagi para Juventini diseluruh dunia serta dunia sepakbola Italia khusunya.

Most Dedication To the Beloved Captain… Abadi lah Sang legenda…

Best Regards

JJ

logo2-kecil.jpg