<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JoEy D`JuVe's Nest</title>
	<atom:link href="http://joeyjuve.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://joeyjuve.wordpress.com</link>
	<description>www.juventini-indonesia.com</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Aug 2012 16:36:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='joeyjuve.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/05630c41ee5c0b83806d781f9b44add0?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>JoEy D`JuVe's Nest</title>
		<link>http://joeyjuve.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://joeyjuve.wordpress.com/osd.xml" title="JoEy D`JuVe&#039;s Nest" />
	<atom:link rel='hub' href='http://joeyjuve.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Antipati Politik (Opini)</title>
		<link>http://joeyjuve.wordpress.com/2012/08/06/antipati-politik-opini/</link>
		<comments>http://joeyjuve.wordpress.com/2012/08/06/antipati-politik-opini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2012 10:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JoEy D`JuVe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhatan]]></category>
		<category><![CDATA[antipati]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeyjuve.wordpress.com/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah tulisan santai&#8230; percaya deh, tulisan hasil pengamatan standar tanpa tools riset apapun, hanya tahapan observasi dan tidak ditujukan untuk mengambil kesimpulan apapun, murni hanya opini yang ingin di share ke siapapun, curhat tepatnya&#8230; Dialog Pagi: Babeh: Tong&#8230; ente besok bebantu ye di posko ibu Mega Entong: Ya beh&#8230; besok kan sabtu beh&#8230; mo jalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=465&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://joeyjuve.files.wordpress.com/2012/08/demokrasi.jpg"><img class="size-full wp-image" src="http://joeyjuve.files.wordpress.com/2012/08/demokrasi.jpg?w=320" alt="Image" /></a></p>
<p>Ini adalah tulisan santai&#8230; percaya deh, tulisan hasil pengamatan standar tanpa tools riset apapun, hanya tahapan observasi dan tidak ditujukan untuk mengambil kesimpulan apapun, murni hanya opini yang ingin di share ke siapapun, curhat tepatnya&#8230; <span id="more-465"></span></p>
<blockquote><p><strong>Dialog Pagi:</strong></p>
<p>Babeh: Tong&#8230; ente besok bebantu ye di posko ibu Mega</p>
<p>Entong: Ya beh&#8230; besok kan sabtu beh&#8230; mo jalan neh ama bedu</p>
<p>Babeh: yeee&#8230; ini udeh mau pemilihan gubernur, kudu bener bener serius, butuh tenaga, dah sono jalan</p>
<p>Entong: males beh, kaga asik mending maen&#8230; lagian minggu besok dah janjian ame anak2 mo ngeduren di Parung !!! mayan libur sehari</p>
<p>Babeh: Eeeehhh Tong !!! motor jangan dibawa !!!</p>
<p><strong>Dialog Siang:</strong></p>
<p>Ayu: Ibu&#8230;. Gubernur Jakarta sekarang yang kumisan itu ya?</p>
<p>Ibu: wah nda tau nduk&#8230;</p>
<p>Ayu: itu loh bu yang namanya Foke</p>
<p>Ibu: aduh&#8230; ibu mana tau yang gitu gitu&#8230;</p>
<p>Ayu: yah terus besok milih siapa donk, ibu tau aja ngga</p>
<p>Ibu: yah ibu mah terserah kata bapak mu aja, lagian kamu kok tau tau gituan?</p>
<p>Ayu: iya bu dari Twitter&#8230; ini lagi ikut milih sama temen2</p>
<p>Ibu: Titer itu opo??</p>
<p><strong>Dialog Sore:</strong></p>
<p>Supir: Lai&#8230; kita harus bikin perubahan di Jakarta, masa trayek kita di kutak kutik terus</p>
<p>Kenek: Betul&#8230; Abang cari lah kawan di organda tu, nanti kita kasih inginnya kita, kalo oke nanti kita pilih bang</p>
<p>Timer: Wah apik&#8230; iso dadi duit kuwi cuk&#8230; proyek iku</p>
<p>Asongan: Lah emang abang abang punya KTP jakarta?</p>
<p>Supir: ta ada awak&#8230;</p>
<p>Timer: KTP dolly iso ra&#8230;</p>
<p>Asongan: ya ga bisa bangggg</p>
<p>kenek: ahhh tapi kan mereka ga tau, ta di cek pula dompet kita&#8230; hahaha</p>
<p><strong>Dialog Malam:</strong></p>
<p>Suami: Neng besok ba&#8217;da shubuh ula tidur deui nya&#8230; #Kode</p>
<p>Istri: aih si akang mah&#8230; pengen lagi ??? #Genit</p>
<p>Suami: naon tah si Neng&#8230; besok teh aya Pilkada, lumayan 6 calon minimal 600rb</p>
<p>Istri: beuhhh sa bodo teuing !!! #diPunggungin</p></blockquote>
<p>Politik tuk beberapa kalangan memang sudah mulai menjadi tabu, semboyan anti politik atau labeling tanpa unsur-unsur politik seakan menunjukan gerakan perubahan&#8230; jadi antipati politik umumnya di salurkan menjadi sebuah gerakan &#8220;ogah milih&#8221;</p>
<p>Dialog di atas sedikit banyaknya menjadi beberapa penyebab utama hilangnya optimisme politik menuju kepada sebuah sikap antipati khususnya di kalangan Pemilih Pemula, Penduduk Lokal dan Pendatang (produktif, baik kalangan intelek maupun ekonomi lemah). Terlebih sekarang main parah, opini banyak terkontaminasi pemberitaan negatif media, media seperti angin kencang yang senantiasa menghembuskan beragam laporan tentang tindak tanduk oknum politik&#8230; Namun, topik bahasan oknum dan pelanggaran hukum jujur terlalu berat untuk dibahas&#8230; jadi lebih bijak kita bahas yang simple ajah&#8230;</p>
<p>dimulai dari fenomena antipati di kalangan&#8230;.</p>
<blockquote>
<ul>
<li>Pemula</li>
</ul>
<p>Anak muda, generasi baru, penasaran, suka bermain, pengalaman pertama, gemar berkumpul, dan umumnya teknologi sebagai media senang-senang&#8230;</p></blockquote>
<p>Permasalahan pemilih pemula sebenarnya amat sangat simple, mereka hanya butuh contoh tanggungjawab terhadap negara, terhadap bangsa, dan terhadap dirinya kelak&#8230; tapi dari siapa? ya tentunya para orang tua, kakak, senior atau bahkan para politisi&#8230; Pemula layaknya kertas kosong, jadi bayangkan satu saja opini negatif mengenai politik hanya akan memberi nuansa trauma dalam hidupnya, olehkarena itu mereka memerlukan seluruh petunjuk mengenai apa yang benar dan salah, informasi sangat cepat tersebar, apalagi didukung sarana informasi yang semakin baik, bayangkan efek bola salju nya dimasa yang akan datang jika suatu tidak pernah diluruskan&#8230; amat sangat yakin jika suatu saat nanti, negara ini masuk ke fase diktatorial dimana demokrasi hanya mimpi&#8230;.</p>
<p>ingat pesan dari pendiri bangsa ini <strong>Bung</strong> <strong>Karno, </strong>beliau meneriakan: “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, Beri aku sepuluh <strong>pemuda</strong> terbaik Bangsa, maka akan aku Guncang Dunia&#8221;</p>
<p>Gemetar&#8230; yak itu yang terasa saat menuliskan kutipan tersebut, begitu besar nilai pemuda dimana sang pemimpin, yang ku yakin sebesar itulah harapan bagi pemuda tuk menjujung demokrasi</p>
<blockquote>
<ul>
<li>Pendatang (produktif)</li>
</ul>
<p>Beraktifiktas harian, terbagi atas golongan intelek/terdidik yang akrab dengan pemberitaan, golongan pekerja kasar/fisik/pekerja tidak tetap, buruh kecil,  serta golongan fakir dan miskin. Umumnya golongan intelek adalah warga konglomerat atau sub-Urban penunjang si kota besar, golongan pekerja kasar banyak tinggal tidak jauh dari lahan ekonominya, dan golongan miskin selalu berada di dalam kota dan menjadi lahan pencarian simpatik politisi</p></blockquote>
<p>Pendatang ialah variasi urban, terkadang jumlah populasinya bahkan lebih dominan, seperti dalam kasus pilkada, Jakarta misalnya, warga non betawi lebih banyak dibandingkan wrga asli yang lebih banyak berada di Depok, Tangerang dan Bekasi.</p>
<p>Seiring dengan pola urbanisasi, pendatang akan selalu menjadi sorotan khusus&#8230; Demografi kaum pendatang menjadi sebuah &#8220;njelimet-isasi&#8221; (red-ngawur kerumitan) tersendiri&#8230; Sebagai contoh basis kesukuan selalu menjadi landasan dalam melakukan pola komunikasi, baik berupa dialek, kebiasaan hingga tata busana&#8230;</p>
<p>Antipati politik pada golongan pendatang umumnya terbagi atas alasan &#8220;terlalu mengerti&#8221; atau alasan &#8221;tak punya legitimasi menjadi pemilih&#8221;&#8230; Pemberitaan Media, Opini Publik, Media Sosial paling bertanggungjawab membuat banyak individu yang makin pintar dan ogah tertipu&#8230; sayangnya itu pula, jadi alasan &#8220;malas jalan&#8221; ke TPS, dan lebih gemar melakukan pemilihan di dunia digital, atau bisa disimpulkan (voting di inbox/timeline)&#8230; mungkin bisa jadi masukan untuk membuat TPS digital di masa mendatang</p>
<p>Pada kaum pendatang pekerja kasar, buruh kecil dan ekonomi lemah&#8230; bisa kita temui varasi sikap, seperti pihak&#8230;</p>
<p>1. Yang memiliki nasionalisme tinggi dan menginginkan perubahan, namun tak punya KTP setempat (untuk kasusnya Pilkada) dan yang memiliki nasionalisme tinggi dan menginginkan perubahan, namun tidak punya ongkos pulang atau cuti tidak mencukupi untuk pulang kampung (tuk kasus Pemilu), adanya peluang memilih di daerah domisili non KTP pun terkadang tidak tersosialisasi dengan baik</p>
<p>2. Yang oportunis, Pemilu apapun bentuknya adalah lahan bagi kaum pendatang, baik kalangan pelaku usaha, sampai karang taruna, bayangkan minimal 2 kali dalam 5 tahun (1 pemilu &amp; 1 pilkada) kalangan ekonomi lemah adalah primadona, gak usah dilihat tulus tidaknya, bayangin manfaatnya aja walau sesaat&#8230; jadi ya masuk akal jika si &#8220;akang&#8221; di atas nunggu jatah serangan fajar setiap hari H. sisi baiknya, kelompok ini cenderung tetap menggunakan hak pilih, walau tergantung setoran mana yang paling ok</p>
<p>3. Yang antipati, cuek dan mengalir saja, tau kapan pemilihan di jamin pas rame-rame di jalan, bagi mereka &#8220;ga ngaruh&#8221;, bahkan ada tidaknya pemimpin tidak peduli, ada money politics tetep di terima, tp ga janji ke TPS&#8230; sial aja si kandidat yang ketemu kalangan ini, uang ilang suara nihil&#8230;</p>
<p>Solusinya untuk pendatang ialah konsitensi atas komitmen, Kandidat ataupun tim pendukugnya harus mampu konsisten dalam membentuk image klien dengan tataran yang seideal mungkin sesuai dengan kebutuhan segmetasi pemilih&#8230; Kandidat pun harus mampu berbicara dengan orientasi output dan outcome yang mencakup nilai-nilai universal dengan berorientasi program riil yang masuk akal</p>
<blockquote>
<ul>
<li>Lokal</li>
</ul>
<p>Muatan budaya yang selalu menjadi opsi untuk terlihat membumi atau tahapan akulturasi, terlepas dari segi kualitas individu di dalamnya. Kedekatannya dijalin dengan pencitraan identitas etnik</p></blockquote>
<p>Mendekati Ramadhan, baju koko laku kurma dimana-mana&#8230; sama dengan pilkada, di jakarta mendadak banyak andong warna warni dan beskap betawi, peci dan sarung menjadi mode&#8230; Tahun 2009 dimanapun kandidat nasional merapat atributnya pasti lokal&#8230;</p>
<p>DAN hal tersebut SAH, bagus malah !!! (kalo ga mau dibilang kapan lagi)</p>
<p>Sumber antipati bukan disana, tetapi ada ditataran sikap terhadap segala perbedaan di masyarakat, Bangsa ini masih menjunjung tinggi Ego kedaerahan, terlebih ketika menilai asal muasal si kandidat, diluar kualitas si kandidat, ini yang secara bertahap harus dirubah&#8230; Amerika Serikat berasil melakukan gebrakan terhadap dominasi &#8220;<strong>white Irish Catholic</strong>&#8221; -klasifikasi menjurus Rasis memang tapi fakta ini terjadi- dalam pencalonan Barrack Obamma&#8230; Kontradiktif dengan kondisi di Indonesia dimana masih sering terdengar banyak candaan nama presiden harus &#8220;O&#8221; atau kejawa-jawaan&#8230; (banyak contoh lain)</p>
<p>Untuk daerah, embel-embel putra derah memang terkadang terlihat seksi tuk beberapa kandidat, namun kenyataannya kadang labelisasi itupun tidak melulu &#8220;jujur&#8221;, ada di beberapa daerah kandidat yang menjual label lokal, padahal&#8230; ia sendiri bukan orang setempat&#8230; artinya sumber informasi pun masih sangat mudah di kamuflase terlebih dalam lingkungan masyarakat yang kurang akses informasi.</p>
<p>selain itu yang menarik di daerah, ialah banyaknya kandidat yang menjual nama lokal secara berlebihan, padahal sebenarnya voter lokalnya tinggal di daerah luar area pemilihan&#8230; dan dengan senang hati dalam kasus ini si political strategist nya lah yang dudul&#8230; hahaha</p>
<p>Solusi antipati yang ini agak sedikit sulit, mengingat semangatnya pembedanya sangat-sangat hakiki seperti agama, etnisitas ataupun suku&#8230; jadi memang perlu kajian mengenai metode sosialisasi berkelanjutan yang tepat mengenai keberagaman, serta kinerja bersama dari seluruh pihak terkait diimbangi peran serta budayawan nasional maupun lokal untuk menularkan nilai nilai Bhinneka Tunggal Ika. Namun berhubung tidak ada kajian ilmiah disini, jadi ga usah di bahas yaaaa&#8230; hahaha *ngeles*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Opini penutup:</p>
<p>Khusus untuk penduduk baik pendatang maupun lokal yang berlabel oportunis dan apastis, saya setuju untuk tidak dihilangkan tapi di modifikasi sedikit, sifat matre nya harus tetap di jaga terhadap target2 tertentu&#8230; tujuannya tak lain biar si politisi dengan mental korup itu apes dan tekor&#8230; Semoga tim sosialisasi KPU mengajarkan masyarakat cara untuk memilih mana kandidat terbaik dan mana kandidat korup, sekaligus menyampaikan semangat &#8220;KITA buat politikus kotor itu Kere !!!&#8221; hihihihi</p>
<p><a href="http://joeyjuve.files.wordpress.com/2012/08/athens1.gif"><img class=" wp-image" style="width:323px;" src="http://joeyjuve.files.wordpress.com/2012/08/athens1.gif?w=338&#038;h=150" alt="Image" width="338" height="150" /></a></p>
<p><strong>Jadi apa opini mu? </strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/category/curhatan/'>Curhatan</a> Tagged: <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/tag/antipati/'>antipati</a>, <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/tag/demokrasi/'>demokrasi</a>, <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/tag/politik/'>Politik</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeyjuve.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeyjuve.wordpress.com/465/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=465&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeyjuve.wordpress.com/2012/08/06/antipati-politik-opini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/656c988bf30bdaa3d93fa2fa38d38db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">JoEy D`JuVe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://joeyjuve.files.wordpress.com/2012/08/demokrasi.jpg?w=320" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://joeyjuve.files.wordpress.com/2012/08/athens1.gif?w=519" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Detak Kehidupan Dalam Hati&#8230;</title>
		<link>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/11/16/detak-kehidupan-dalam-hati/</link>
		<comments>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/11/16/detak-kehidupan-dalam-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 10:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JoEy D`JuVe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeyjuve.wordpress.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Chapter 3 Last Chapter&#8230; Prolog&#8230; Hari yang gaduh&#8230; dapur ini terasa penuh sesak dipenuhi pecahan perabotan&#8230; Hari itu ku hampir gila&#8230; ironis untuk seorang bocah yang baru duduk di bangku SMP&#8230; semakin ironis kala ini harus terjadi setiap saat&#8230; hingga membuatnya menjadi seorang pemurung, sekaligus liar kala berada di luar bendungan pagar halaman rumah&#8230; emosi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=441&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Chapter 3</p>
<p><a href="http://joeyjuve.wordpress.com/2008/05/30/romansa-semu/" target="_self">Last Chapter&#8230;</a></p>
<p>Prolog&#8230;</p>
<p>Hari yang gaduh&#8230; dapur ini terasa penuh sesak dipenuhi pecahan perabotan&#8230;</p>
<p>Hari itu ku hampir gila&#8230; ironis untuk seorang bocah yang baru duduk di bangku SMP&#8230; semakin ironis kala ini harus terjadi setiap saat&#8230; hingga membuatnya menjadi seorang pemurung, sekaligus liar kala berada di luar bendungan pagar halaman rumah&#8230; emosi nya mudah meledak, hingga badan nya pada saat itu tak mampu berdiri karena perlawanan bodohnya terhadap kondisi yang tak mugkin dimenangkannya&#8230; tulang nya mungkin telah remuk ketika ia tersadar&#8230;</p>
<p><span id="more-441"></span>Sebelumnya&#8230;</p>
<p>Pertengkaran itu terlalu riuh untuk pagi yang mendung dan gerimis, keriuhan seakan terpasung oleh posisi kamar yang berada di ruang paling dalam&#8230; Bocah kecil ini terlalu bodoh untuk masih terjaga, dirinya terbiasa terjaga hanya untuk merenung sembari bertanya apa lagi yang akan kuhadapi esok&#8230; sungguh dia lupa dia harus berangkat sangat pagi&#8230;</p>
<p>Kegaduhan terlalu memekakan telingan, suara memekik dan memecah dinding kusam&#8230; &#8220;Cukup Pa&#8230; aku letih dengan kodisi seperti ini&#8230; pernah sadar jika sifat mu menyakiti kami berdua?&#8221;&#8230; pertanyaan lugas yang terlalu naif, dan disusul respon yang tak asing dengan bunyi pilu&#8230; &#8220;Plak&#8221;&#8230; sesaat ku terbayang ibu terjerembab&#8230; seketika bocah itu pilu dan merinding&#8230; ku masih ingat kekarnya tubuh Papa, si mantan jawara dikesatuannya&#8230;</p>
<p>Aku bergetar, jujur tak berani ku melangkah, suara balasan dan cacian terdengar pekik di telinga, bahkan ku tak mampu mencerna apa kalimat yang terucap&#8230; pagi itu jantung seperti terjerat&#8230; nafas ku sesak dan penyakit pernafasan ini semakin kambuh&#8230;</p>
<p>ku ingin pergi&#8230;</p>
<p>ku ingin menangis&#8230;</p>
<p>ku ingin semua sepi&#8230; namun entah mengapa seketika aku berteriak histeris&#8230;</p>
<p>Teriakan keputus asaan yang membuat pintu terbuka, dan aku terpana&#8230; mata nya terlihat merah dan Ibu ku bersimpuh lemas di sisi lain&#8230; bibir ku gemetar sembari berbisik memanggil &#8220;mmaammaaa&#8230; ma&#8230; aku takut&#8230;&#8221;</p>
<p>aku yakin ku mendengar bisikan&#8230; &#8220;lari&#8230; lari nak&#8221;&#8230; tapi ku diam, ku hanya memeluk pinggiran tempat tidur kayu hingga berderik&#8230; sambil terisak ku coba bersuara&#8230; &#8220;ampun&#8230;&#8221; suara ku lemah&#8230;</p>
<p>Semua terjadi seketika, namun terasa sangat lama&#8230; walau perih, namun pada siat itu terjadi, badan ku cukup kuat tuk menahan segala luapan emosi, sesekali tubuh terpelanting, tergoncang dan tercengkram, namun tetap bocah ini bisa berlalu bahkan merangkak hanya tuk hampiri sang ibu dan memeluknya&#8230; &#8220;mama&#8230; mama&#8230;&#8221; iya menangis segagah mungkin, dengan hanya mengatup bibir&#8230; ku tegar kala menatap wajahnya tersenyum tipis sembari badan ku terasa terkoyak&#8230;</p>
<p>Kuat, ya aku kuat ketika ibu memandang, semua kan tak terasa asal ku bisa menatap wajahnya&#8230; aku kuat&#8230; sangat kuat&#8230; Aku cinta mereka, khususnya Ayah, walau ku tidak kuasa bisa berkata bahwa ku mencintainya&#8230; yang ku tau dia galak namun ku yakin ayah ku pun berjuang, melawan iblis yang menggerakan tubuhnya, menghitamkan wajahnya, memerahkan mata nya&#8230; sarot mata ku berkata pada ibu, bahwa ku tetap mencintai ayah walau ayunan tangannya terus merusak punggung ku&#8230;</p>
<p>Sesaat&#8230;</p>
<p>ku terbangun di depan pintu dapur, entah bagaimana ku ada di sini&#8230; sepertinya ayah ku telah letih dan menangis, sisi iblisnya dah bosan mengamuk, ibu masih tetap memeluknya walau ku lihat raga nya tertatih&#8230; posisi ku dah lebih dari nyaman, terbaring lurus dan tanpa beban&#8230; ku kembali memejamkan mata, sembari tersenyum&#8230; aku bahagia&#8230; ku lupakan semua&#8230; demi momen indah kala memandang mereka bersama saling mengisi&#8230; aku ikhlas&#8230;</p>
<p>Bayangan ku memudar&#8230; raga ku tertarik jauh ke dalam&#8230; hingga ku terjaga&#8230; ku memandangnya masih dalam memeluk ayah dan menggapai tangan ku&#8230; ku terjaga dari Mimpi ku&#8230;</p>
<p>Bunga tidur ini yang senantiasa mengisi banyak malamku hingga hampir 1 tahun&#8230; Disamping masih terbaring seorang dara yang selalu menemani ku sepanjang studi ku, Dia, wanita muda yang mencium dan menangis di hadapanku beberapa bulan lalu di sudut kampus&#8230; Dia masih di sini, disamping ku, tuk jalani hidup bersama menjadi kekasih ku, ia lebih dari tau bahwa ku sering terjaga di tengah malam&#8230; dia sadar bahwa pelukannya menenangkan ku di setiap waktu&#8230;</p>
<p>Masa studi ku di kota ini mungkin segera berakhir, dan mungkin itu adalah perpisahan kami&#8230; namun keyakinannya selalu menjaga emosi ku yang kadang terusik kala memoria itu selalu kembali, karena Ia pun tau betapa ku menyayangi Ayah dan Ibu ku walau apapun yang terjadi&#8230; dirinya kini telah menyatu, dan terus saja dia sabar menanti ku membuka diri memberikannya seluruh perasaan ku&#8230; dia tau banyak keilangan yang ku hadapi, banyak kegetiran yang ku lewati&#8230; bahkan dia tau aku traumatik dalam hidup&#8230; namun hingga saat ini, privacy nya adalah hidup ku, demi cintanya&#8230;</p>
<p>Hati ku berdetak&#8230; seakan ada sesuatu hidup di dalamnya&#8230; memberikan sebuah keyakinan bahwa cinta ku masih ada&#8230; ia seperti ibu yang berjuang untuk dicintai&#8230; ku masih teringat waktu ku bertanya &#8220;Ma&#8230; sampai kapan?&#8230;&#8221; ibu hanya menjawab &#8220;Sabar nak&#8230; Papa hanya sedang ada masalah&#8230; kamu kuat ya demi Mama&#8221;&#8230; sebuah kalimat yang hingga kini masih membuat ku menangis bila teringat&#8230; hingga akhirnya ku akui Ibu benar, ku yakini di malam ini ada wanita yang mencintai ku seperti mu Ibu, bahkan wanita ini selalu ada dan terus memeluk ku dengan senyum raut paras nya yang menegaskan impiannya bersama ku&#8230;</p>
<p>Detik itu&#8230; ku percaya, jawaban ku terjawab semua&#8230; &#8220;sampai kapan?&#8221;&#8230; jawabnya &#8220;Hari ini&#8230;&#8221;</p>
<p>Ayah&#8230;Ibu&#8230; Aku bahagia&#8230; dan ku mulai lupa nyeri di punggung ku ini&#8230; ya aku bahagia&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/category/tulisan-bebas/'>Tulisan Bebas</a> Tagged: <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/tag/cerpen/'>cerpen</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeyjuve.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeyjuve.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=441&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/11/16/detak-kehidupan-dalam-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/656c988bf30bdaa3d93fa2fa38d38db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">JoEy D`JuVe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 more days</title>
		<link>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/09/07/3-more-days/</link>
		<comments>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/09/07/3-more-days/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 19:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JoEy D`JuVe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeyjuve.wordpress.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[ini mind cloud yang baru aja terlintas&#8230; yup&#8230; iedul Fitri ini insyaAllah bisa terwujud&#8230; yang pasti, berani mencoba&#8230; #BeraniMenatapKeAtas *harus* Filed under: Curhatan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=437&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>ini mind cloud yang baru aja terlintas&#8230; yup&#8230; iedul Fitri ini insyaAllah bisa terwujud&#8230;</p>
<p>yang pasti, berani mencoba&#8230;</p>
<p>#BeraniMenatapKeAtas</p>
<p>*harus*</p>
<br />Filed under: <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/category/curhatan/'>Curhatan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeyjuve.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeyjuve.wordpress.com/437/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=437&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/09/07/3-more-days/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/656c988bf30bdaa3d93fa2fa38d38db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">JoEy D`JuVe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Benci Rasa Cinta Ku</title>
		<link>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/03/24/aku-benci-rasa-cinta-ku/</link>
		<comments>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/03/24/aku-benci-rasa-cinta-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 10:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JoEy D`JuVe</dc:creator>
				<category><![CDATA[i-PoEm's]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeyjuve.wordpress.com/2010/03/24/aku-benci-rasa-cinta-ku/</guid>
		<description><![CDATA[Angan seketika terlontar jauh menghilang Kedap telinga atas kutukan jiwa rapuh Ungkap semua tanya menjadi air mata Beku rasa hati baru perlahan mulai mecair Elegi manis bahkan masih terasa damai kala itu Noda hancurkan harapan yang terpahat angan Cerca semua keyakinan hati hingga rapuh Ingkari tapak jalan yang telah terlanjur tertatap Rengkuh Asa Sisihkan Amarah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=430&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A</strong>ngan seketika terlontar jauh menghilang<br />
<strong>K</strong>edap telinga atas kutukan jiwa rapuh<br />
<strong>U</strong>ngkap semua tanya menjadi air mata</p>
<p><strong>B</strong>eku rasa hati baru perlahan mulai mecair<br />
<strong>E</strong>legi manis bahkan masih terasa damai kala itu<br />
<strong>N</strong>oda hancurkan harapan yang terpahat angan<br />
<strong>C</strong>erca semua keyakinan hati hingga rapuh<br />
<strong>I</strong>ngkari tapak jalan yang telah terlanjur tertatap</p>
<p><strong>R</strong>engkuh<br />
<strong>A</strong>sa<br />
<strong>S</strong>isihkan<br />
<strong>A</strong>marah</p>
<p><strong>C</strong>arikan ku hasrat tuk wajah yang terpana<br />
<strong>I</strong>mingi dengan janji lain yang ku ragu<br />
<strong>N</strong>estapa ku percaya tak akan terasa<br />
<strong>T</strong>erlanjur ku tatap lara semua impian<br />
<strong>A</strong>khiri saja rasa walau ku kan tersesat</p>
<p><strong>K</strong>osong tak peduli<br />
<strong>U</strong>ntai tak terurai</p>
<br />Filed under: <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/category/i-poems/'>i-PoEm's</a> Tagged: <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/tag/cinta/'>cinta</a>, <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/tag/hidup/'>hidup</a>, <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/tag/keluarga/'>Keluarga</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeyjuve.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeyjuve.wordpress.com/430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=430&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/03/24/aku-benci-rasa-cinta-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/656c988bf30bdaa3d93fa2fa38d38db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">JoEy D`JuVe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I need more than a &#8220;Valium&#8221;</title>
		<link>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/03/11/i-need-more-than-a-valium/</link>
		<comments>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/03/11/i-need-more-than-a-valium/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 02:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JoEy D`JuVe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[sick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeyjuve.wordpress.com/2010/03/11/i-need-more-than-a-valium/</guid>
		<description><![CDATA[Great&#8230; akhirnya terbukti pagi ini bahwa gw butuh istirahat dan rekreasi&#8230; selama ini yang gw kira cukup hanya dengan tidur jam 9 dan bangun pagi, becanda sama bocah dan sama istri&#8230; ternyata salah besar&#8230; semua urat sayaraf otak gw kaya berhenti berfungsi selama beberapa menit, dan imbasnya &#8220;BLANK&#8221; gw ga tau apa yang gw lakuin, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=428&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://z.about.com/d/alcoholism/1/0/w/v/1/valium2mg.jpg" alt="" width="386" height="232" /></p>
<p>Great&#8230; akhirnya terbukti pagi ini bahwa gw butuh istirahat dan rekreasi&#8230;</p>
<p>selama ini yang gw kira cukup hanya dengan tidur jam 9 dan bangun pagi, becanda sama bocah dan sama istri&#8230; ternyata salah besar&#8230;</p>
<p>semua urat sayaraf otak gw kaya berhenti berfungsi selama beberapa menit, dan imbasnya &#8220;BLANK&#8221; gw ga tau apa yang gw lakuin, as i realized gw pasti lg tensi tinggi&#8230; puufftt&#8230;</p>
<p>gw pernah menjalani fase ini kala kecil hingga gw awal lulus SMU (masa pertarungan fisik dan mental as a boy to teen)&#8230; tapi setelahnya i never be like this, &#8230; when the age of 17 its all stop&#8230; gw bener2 jalanin masa indah dalam hidup gw, bebas berkreasi, bebas berinteraksi, terpenuhi semua kebutuhan (kecuali uang), kondisi rumah indah banget, hubungan status dan simbiosis mutualisme yang uedan manteb (ga terlalu percaya cinta *ups*), hingga kemampuan berpikir dan akademis yang puoollll !!!</p>
<p>hiks&#8230; time is move on&#8230;<br />
now i&#8217;m begging to have my own personal Valium with more dose every day&#8230;<br />
I have to sleep fast or so late&#8230; i have to eat more or not at all&#8230; i have to home soon or so late&#8230; i have to jokes more or just keep silent&#8230; i have to play alone or play with so many people&#8230;</p>
<p>Jujur gw ga mau tuk ambil posisi tengah pada semua pilihan, karena gw malah takut posisi tersebut bukan titik aman&#8230; yup i&#8217;m a safety player now, daripada dosis Valium hanya akan bertambah dna membunuh jaringan syaraf, nampaknya lebih baik ku mengambil posisi aman&#8230;</p>
<p>is there any other medicine? yes there is&#8230;<br />
I need my heart pump back&#8230; last time i see was in 10 August 2007 &#8211; 12 August 2007&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/tag/life/'>life</a>, <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/tag/sick/'>sick</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeyjuve.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeyjuve.wordpress.com/428/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=428&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/03/11/i-need-more-than-a-valium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/656c988bf30bdaa3d93fa2fa38d38db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">JoEy D`JuVe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://z.about.com/d/alcoholism/1/0/w/v/1/valium2mg.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Soft&#8230;ly&#8230;Lo..ve&#8230; *close eyes*</title>
		<link>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/02/23/soft-ly-lo-ve-close-eyes/</link>
		<comments>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/02/23/soft-ly-lo-ve-close-eyes/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 11:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JoEy D`JuVe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhatan]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeyjuve.wordpress.com/2010/02/23/soft-ly-lo-ve-close-eyes/</guid>
		<description><![CDATA[i failed my self&#8230; as i failed promise that i made 5 years ago, the time when i facing the mud that spread on my face&#8230; i still remember that day in every sense and smell it with all my desperate soul&#8230; the day that i only had two choice&#8230; the day when sins were [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=425&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>i failed my self&#8230;<br />
as i failed promise that i made 5 years ago, the time when i facing the mud that spread on my face&#8230;<br />
i still remember that day in every sense and smell it with all my desperate soul&#8230;<br />
the day that i only had two choice&#8230;<br />
the day when sins were cured by mistakes&#8230;</p>
<p>Now&#8230; my path is, I&#8217;ll be here for u my little prince, no matter my soul is dying&#8230;<br />
Coz&#8230; Holding u is pure son, crafting live with the shape of heart&#8230;</p>
<p>I love U Son&#8230; hope it shine ure old man, when he knew he just a poser in the fancy place&#8230; Just stare me with ure eyes like a hug in this fragile bones&#8230; then Breath the rejuvenate air for ure father lungs dear&#8230; coz i just cant do it task normally after i break my vows&#8230;</p>
<p>Do it for me my hero&#8230; as your father keep running for all of us&#8230;</p>
<p>*Sing* &#8220;Speak Softly Love&#8221;&#8230;<br />
-blame it when the tears fall-<br />
&#8230;when i Just knew it&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/category/curhatan/'>Curhatan</a> Tagged: <a href='http://joeyjuve.wordpress.com/tag/love/'>love</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeyjuve.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeyjuve.wordpress.com/425/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=425&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/02/23/soft-ly-lo-ve-close-eyes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/656c988bf30bdaa3d93fa2fa38d38db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">JoEy D`JuVe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Heart of a Conqueror</title>
		<link>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/01/07/conqueror/</link>
		<comments>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/01/07/conqueror/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 20:59:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JoEy D`JuVe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[conqueror]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[hero]]></category>
		<category><![CDATA[War]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeyjuve.wordpress.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[-Muurand togloom, hulgand ukhel- &#8220;Lelucon sang kucing adalah kematian si tikus&#8221; Seminggu ini kalimat itu yang menjadi inspirasi hobby lama ku mempelajari sejarah dunia, khususnya mengenai para penguasa, sebuah kalimat yang merupakan adagium mongol yang menggambarkan kekuatan penaklukan oleh sang maha Khan, Jenghiz Khan. Kalimat itu mungkin menggambarkan bagaimana, sebuah penaklukan adalah dua sisi mata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=409&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em><strong>-Muurand togloom, hulgand ukhel-</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>&#8220;Lelucon sang kucing adalah kematian si tikus&#8221;</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Seminggu ini kalimat itu yang menjadi inspirasi hobby lama ku mempelajari sejarah dunia, khususnya mengenai para penguasa, sebuah kalimat yang merupakan adagium mongol yang menggambarkan kekuatan penaklukan oleh sang maha Khan, Jenghiz Khan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kalimat itu mungkin menggambarkan bagaimana, sebuah penaklukan adalah dua sisi mata uang yang saling bertolak belakang. tapi apakah selalu demikian? menilik tegap langkah pasukan bangsa Saracens di bawah panji jihad Sultan Saladin/Sallahudin Al-ayubi yang melintasi 2 benua, dimulai dari Mesir menuju kerajaan perpaduan 3 agama Jerusalem, (tuk beberapa rekan pecinta film kolosal tentunya tak melewatkan sajian tayangan &#8220;Kingdom of Heaven&#8221;), but more than that, apakah Salladin juga masuk kategori seorang Penakluk/Conqueror? or How about Attila satu lagi sosok tangguh dari bangsa nomaden ras perpaduan Mongol, Eropa dan Turki, seorang pemimpin yang berambisi menaklukan konstantinopel karena keyakinannya atas tanda-tanda magis yang diperolehnya, atau niatan Klan Wallace yang awalnya mempertahankan Irlandia, lalu kemudian menginvasi Inggris agar dapat merdeka sepenuhnya? Serta awal penyatuan Dinasti China (Dinasti Jin) oleh bangsa Sun Quan dari Wu pasca Aliansi nya dengan kesatria Shu (perpaduan dua  2 ahli strategi terbesar Zhuge Liang dibawah komando Liu Bei dan Zhou Yu) ketika menghalau penaklukan oleh Panglima Cao Cao dari bangsa Wei.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dalam harga diri bangsa Mongol, berperang adalah menghancurkan dan menciptakan teror, sebuah paradigma yang berawal dari sebuah keinginan tuk membuktikan, bahwa bangsa yang dianggap barbar mampu menjelma menjadi bangsa berbudaya namun kuat, bahkan dinasti China kala itu harus membayar upeti kepada bangsa nomaden tersebut. Tentunya berbeda dengan upaya pasukan Mesir dalam mencapai cita cita kedamaian di Jalan Sutra menuju Jarusalem. Atau mungkin pandangan Montezuma dalam mengambil pilihan melawan logam panjang Pikeman bangsa spanyol di tanah Amerika.. then.. what the real means of Conqueror?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Plato said &#8220;For a man to conquer himself is the first and noblest of all victories&#8221; yang jika saya tak salah menerka, inilah pemikiran itu yang mungkin menjelma sebagai landasan Alaxander the Great untuk berani menembus benua Asia menuju India. Satu lagi definisi yang agak berbeda walau tetap dapat memberi makna yang serupa, El Campeador &#8220;<em>means in Spanish something more special than champion<strong>” </strong></em><strong>sebuah cuplikan dari Wikipedia untuk menggambarkan sosok El Cid penakluk Spanyol dan Andalusia, </strong>dimana Champion kala itu means fight, dalam kehidupan saat ini makna &#8220;Champion&#8221; memang telah bergeser, tetapi bukan tidak mungkin definisi lama kembali bangkit<strong>.<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ditengah paradigma Conquest identik dengan Kekuatan dan Armada Tempur, mungkin Ada melihat beberapa hal berikut yang dapat dijadikan rujukan dalam berpikir…</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang Dalai Lama mampu menaklukan dengan pola fikirnya hingga di kenal melewati pegunungan Tibet, Mahatma Gandhi yang menata prilaku menjadi senjata yang menggetarkan musuh, serta tulisan Shakespeare kala menata kata dalam &#8220;<em>Troilus dan Cressida</em>&#8220;, Hingga Sosok karakter karya Kharil Gibran membuka mata yang terlelap kala masa penaklukan</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>…Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>tidak sesumbar kecuali di reruntuhan, dan tidak</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>memberontak kecuali ketika lehernya sudah</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>berada di antara pedang dan landasan…</em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kahlil Gibran. <em>Cinta, Keindahan, Kesunyian</em>.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebuah sosok Penakluk, butuh lebih dari sekedar tangan yang tanggung tuh mengayunkan pedang, tusukan tombak, ketepatan anak panah, kekokohan benteng serta kesesuaian mematik mortar dan presisi hulu ledak. More than that !!! They need faith dan keyakinan itu yang bisa memberikan semangat lebih bagi kendaraan perangnya. Menjadi seorang penakluk yang berhasil bukan sekadar ditentukan oleh sampai sejauh mana prestasi yang bisa diraih,tetapi juga oleh kemanfaatan yang bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Tesis Hobbesis, homo homini lupus</em> tentunya tidak selalu menjadi landasan hidup yang ideal bagi seorang penakluk.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bahkan seorang Julias Caesar, tetap mati di tangan senat yang dianggap tak punya kekuatan bertarung dan hanya bisa berdebat, Garnisun pun mudah terpecah kala ia (Cesar) jauh dari tanah Galia.  Sosok Eric the Red akan tetap dipandang sebagai bangsa Viking layaknya bajak laut, jika goresan pena perjalanannya tidak menjadi sebuah sejarah yang terdengar turun temurun, hingga menetapkannya sebagai “the first <em>permanent</em> European settler”, penjelajahannya hingga GreenLand akan menjadi catatan abadi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Serta satu lagi fakta menarik dari tokoh besar Jepang, sang Tokugawa, Hodeyoshi, ia membesarkan sebuah filosofi “<em>Samurai Tanpa Pedang</em>” dimana pendekatan diplomatis terkadang merupakan jalan yang terbaik, penakluk sekali lagi terbukti bukan hanya pemberang yang kuat, namun pemikir yang humanis, kala ia mengajarkan filosofi mengedepankan akal sehat dan berpikir di luar kotak  (baca sejarah penaklukan kota Asasuka). Ini pula yang menggambarkan bagaimana Pasukan Muslim menggunakan jalur diplomatis perdagangan serta penyebaran himbauan kepada warga sebuah kastil yang tengah terkepung untuk bisa menyerah dengan damai. Atau mungkin yang paling menarik ialah pernikahan Marie Antoniette dengan Raja Perancis Louis XVI.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“prajurit terbaik tidak pernah menyerang, prajurit terhebat berhasil tanpa kekerasan,dan penakluk terbesar menang tanpa perang”.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebuah dua sisi mata uang sempat ku singgung di awal tulisan ini, yang tentunya akan semakin tegas terlihat kala disandingkan dengan fakta atas nilai utama perjuangan para penakluk dari sisi kekuatan armada dan kekuatan mengatur diplomasi ialah pada keteguhan terhadap prinsip, berkemauan ekstra, bekerja keras, dan yang terutama tempaan hidup. Sebuah perjuangan yang lahir dari rangkaian perjuangan dan rasa pedih, coba kita sedikit berempati dengan beberapa hal dibawah ini:</p>
<ul>
<li>Air mata Temujin kala sang ayah harus mendahuluinya seakan menjadi bukti kekuatan bangsa Merkit, Serta pengkhianatan Jamuga saudara angkatnya di Sumpah <em>Anda</em>…</li>
<li>Kesabaran dan pengertian Sang Sultan symbol bangsa Arab Salahudin kala menyetujui gencatan senjata dengan Raja Phillip dan Bailan, serta mempertahankan kota Jerusalem dari “auman” sang titisan singa Raja Richard…</li>
<li>Keyakinan Attila kala mendengar ramalan kehidupannya, serta impian tembok megah kota Romawi, serta impiannya pada sang kekasih wanita berambut merah…</li>
<li>Impian para panglima pasca runtuhnya dinasti Han (CaoCao, Liu Bei, SunQuan), tuk menjadi sebuah kesatuan yang akhirnya tercapai di tahun 280 M…</li>
<li>Kecintaan Rodrigo Diaz de Vivar, terhadap keluarganya di Valencia di masa pengasingan dan bergabung dengan Muslim Andalusia (asal mula diperoleh gelar “El Cid” atau “Al Sid” = pemimpin)…</li>
<li>Tempaan hidup Hideyoshi, kemiskinan dengan segala kekurangan (julukan si monyet cukup menggambarkan kekurangannya) yang dipadu dengan keceriannya dan kecerdikannya kala mendampingi sang penguasa Lord Nobunaga dan menaklukan klan Takeda…</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sekelumit rentetan catatan yang telah menjadi sebuah goresan tinta emas dengan perpaduan filosofi peperangan dan paham, yang sedikit banyak juga menggugah para penakluk tanpa pedang… sehingga menarik jika kita melihat bagaimana El Cid sering menyuruh para prajuritnya dan juga dirinya sendiri untuk membaca buku klasik buatan para pengarang Roma, Muslim dan Yunani sebagai inspirasi selama pertempuran berlangsung. Budaya Sultan Salladin dalam berIkhtiar dan mengkaji kitab suci serta Hadist yang disandingan dengan karya filsuf dalam menyusun strategi, dilengkapi fase rehatnya kala memasuki Bulan Suci Ramadhan dan Musim Haji. Termasuk pula banyak  manusia hebat dan sukses yang terkagum serta menginspirasi filosofi Sun Tzu dalam maha karyanya &#8220;the art of war&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bagi ku ini landasan mengapa tokoh Proklamator Republik  Indonesia (Ir. Soekarno) menyatakan “sumpah Gajah Mada sebagai inspirasi dan &#8220;bukti&#8221; bahwa bangsa ini dapat bersatu, meskipun meliputi wilayah yang luas dan budaya yang berbeda-beda” di awal masa kemerdekaan, serta menjadi inspirasi bagi Revolusi Nasional Indonesia dari kolonialisme Belanda. sebuah bukti bahwa penaklukan dengan kekuatan dapat berpadu bersama dengan sebuah karya titisan para pujangga ternama hingga memberi inspirasi besar bagi kemerdekaan sebuah bangsa&#8230; Yup it us, Indonesian.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">So can we learn from the best Conqueror…</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">*tulisan ini belum mampu menguak ambisi Napoleon, Mussolini, Lenin, Hitler dan lainnya para  penakluk dengan goresan tinta merah yang xtrim… karena memang penulis belum cukup tuk menyelami pola pikir sang maestro seni, layaknya Hitler kala meracik tinta di atas kanvas. One day maybe…</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Rasulullah SAW bersabda: <strong><em>&#8220;seburuk-buruknya sifat yang ada pada seorang laki-laki adalah tamak karena takut miskin dan lari dari medan perang&#8221;</em></strong> (HR Abu Daud)</p>
<br />Posted in Tulisan Bebas Tagged: conqueror, filosofi, hero, War <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeyjuve.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeyjuve.wordpress.com/409/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=409&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeyjuve.wordpress.com/2010/01/07/conqueror/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/656c988bf30bdaa3d93fa2fa38d38db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">JoEy D`JuVe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Simply B&#8217;Day Dear</title>
		<link>http://joeyjuve.wordpress.com/2009/10/19/simply-bday-dear/</link>
		<comments>http://joeyjuve.wordpress.com/2009/10/19/simply-bday-dear/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 16:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JoEy D`JuVe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[birth]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[son]]></category>
		<category><![CDATA[wife]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeyjuve.wordpress.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Posted in Tulisan Bebas Tagged: birth, family, love, son, wife<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=404&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://simplychi.wordpress.com/"><img class="aligncenter size-full wp-image-405" title="Final ibu Birthday JPEG" src="http://joeyjuve.files.wordpress.com/2009/10/final-ibu-birthday-jpeg.jpg?w=640" alt="Final ibu Birthday JPEG"   /></a></p>
<br />Posted in Tulisan Bebas Tagged: birth, family, love, son, wife <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeyjuve.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeyjuve.wordpress.com/404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=404&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeyjuve.wordpress.com/2009/10/19/simply-bday-dear/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/656c988bf30bdaa3d93fa2fa38d38db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">JoEy D`JuVe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://joeyjuve.files.wordpress.com/2009/10/final-ibu-birthday-jpeg.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Final ibu Birthday JPEG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Life &#8211; Plans &#8211; Struggle &#8230; &#8220;Kite&#8221; of Life</title>
		<link>http://joeyjuve.wordpress.com/2009/08/13/life-plans-struggle-kite-of-life/</link>
		<comments>http://joeyjuve.wordpress.com/2009/08/13/life-plans-struggle-kite-of-life/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 08:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JoEy D`JuVe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhatan]]></category>
		<category><![CDATA[idea]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[plan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeyjuve.wordpress.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Life is what happens, while you are busy making plans.&#8221; ~ John Lennon ~ “Earn what u plan, might be the biggest achievement in life, but planning itself was the true meaning of struggling in life” ~ Jovial Dien ~ These words just came out from my mind, as an another page for my personal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=394&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-396" title="Kids Kite on Sunset" src="http://joeyjuve.files.wordpress.com/2009/08/870436child-flying-a-kite-at-sunset-3.jpg?w=300&#038;h=203" alt="Kids Kite on Sunset" width="300" height="203" /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Life is what happens, while you are busy making plans.&#8221; </strong>~ John Lennon ~</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Earn what u plan, might be the biggest achievement in life, but planning itself was the true meaning of struggling in life”</strong> ~ Jovial Dien ~</p>
<p style="text-align:justify;">These words just came out from my mind, as an another page for my personal motivation which came from my deepest feeling, after facing almost the entire year with a boiled blood inside my head, while attempting to row myself on the lakes of biggest prey upon all of my hopes.</p>
<p style="text-align:justify;">As a pride, till now I’m surely claim myself as a person who learns a lot from the world, especially after what I’ve done, trough a shade of sadness, mountain of happiness, hills of joyous, ocean of tears, echo of laugh, cliff of pain, sky of insanity, cavern of honor and a desert of drama… and guess what? It’s all about the scenario and the dialog written on it; while I think these all are improvisation.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Future will be mine”</strong>, I said those instead a bullet came and destroy my pride</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“be Honorable just for a second”</strong>, another mumbling threw out from my brain cells</p>
<p style="text-align:justify;">But the most of it was…</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Stand Still Dear, Just imaging that u still human, so happiness and pain may collide”</strong>… the best praise for my soul within the last few month.</p>
<p style="text-align:justify;">I’ve done so many choice, and I fight for those to make it right, This instrument is what I called as “Plan Machine”… coz when u find a way to make it as steady as on a rail, then U are alive in it. So, will it be the answer for producing the best achievement in life? Not precisely, planning in my life is a kind of presence of moving forward, so my kinds of planning were the variety option that I choose. That’s why I put struggle as the spirit which means I describe struggling as the real meaning of achievement. Align with the nature “do things and let the decision on fate made by God”. <strong>- Like a Kite -</strong></p>
<p style="text-align:justify;">I just can make the entire struggle as an ideal story book for my old days later, while my son will learn from the path that I’ve craft for him, while I keep trying to closed the failure scene and replace the negative image with another perspective of thought.</p>
<p style="text-align:justify;">So… will u struggle… or just planning… from the point of view a chance to achieve…</p>
<p style="text-align:right;">&#8230;written in the silence of hopes&#8230;</p>
<br />Posted in Curhatan Tagged: idea, life, plan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeyjuve.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeyjuve.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=394&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeyjuve.wordpress.com/2009/08/13/life-plans-struggle-kite-of-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/656c988bf30bdaa3d93fa2fa38d38db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">JoEy D`JuVe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://joeyjuve.files.wordpress.com/2009/08/870436child-flying-a-kite-at-sunset-3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kids Kite on Sunset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maafin Ayah ya Nak&#8230;</title>
		<link>http://joeyjuve.wordpress.com/2009/06/03/maafin-ayah-ya-nak/</link>
		<comments>http://joeyjuve.wordpress.com/2009/06/03/maafin-ayah-ya-nak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 17:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JoEy D`JuVe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeyjuve.wordpress.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Maafkan Ayah nak&#8230; Ayah ga tau harus berkata apa sama kamu sayang&#8230; Ayah ga bisa memberikan sesuatu yang spesial buat kamu kala usia mu genap 1 tahun&#8230; bahkan hingga detik ayah menuliskan untaiaan kalimat ini pun, Ayah masih bingung&#8230; Kamu tau nak&#8230; setahun yang lalu kala tangis kecil mu terdengar oleh telinga, Ayah menangis&#8230; Ayah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=391&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-390" title="Vio n the Pool" src="http://joeyjuve.files.wordpress.com/2009/06/vio-n-the-pool.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Vio n the Pool" width="300" height="224" /></p>
<p style="text-align:justify;">Maafkan Ayah nak&#8230; Ayah ga tau harus berkata apa sama kamu sayang&#8230; Ayah ga bisa memberikan sesuatu yang spesial buat kamu kala usia mu genap 1 tahun&#8230; bahkan hingga detik ayah menuliskan untaiaan kalimat ini pun, Ayah masih bingung&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu tau nak&#8230; setahun yang lalu kala tangis kecil mu terdengar oleh telinga, Ayah menangis&#8230; Ayah hanya bisa menggumamkan kalimat cinta dari lidah yang kelu&#8230; senyum tipis <a href="http://simplychi.wordpress.com/" target="_blank">Ibu</a> mu kala itu nak yang membuat ayah sangat merasa tenang&#8230; Kalian yang membuat ku terjaga pada hari itu&#8230; sungguh anugrah buat hidup Ayah&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hari itu Ayah membuat sebuah target tuk di masa depan&#8230; sebuah target yang ingin Ayah raih dalam 1 tahun ke depan&#8230; Ayah ingin sekali memberikan sesuatu yang istimewa tuk diri mu Nak&#8230; terlalu banyak kata-kata yang ayah kemas menjadi sebuah hadiah&#8230; sehingga kala itu Ayah berharap agar di tahun esok, bisa memberikan seesuatu hal yang lebih berrnilai dan berarti sebuah hadiah untuk mu hingga kamu besar nak&#8230; Tapi hingga detik ini Ayah ga berhasil tuk penuhi itu nak&#8230; Maafin Ayah ya&#8230; Ayah dah berusaha tuk mewujudkannya sejak 4 bulan yang lalu, namun nampaknya Ayah belum bisa mencapainya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Malam tanggal 1 Juni kemarin hanya bisa Ayah lewatkan dengan berdoa dalam hati, agar pertambahan usia mu bisa membuatmu semakin besar dan bahagia&#8230; semoga Allah bisa mendengarnya ya Nak&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Love U Son&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">I Will Keep Trying For Us&#8230;</p>
<br />Posted in Curhatan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeyjuve.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeyjuve.wordpress.com/391/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeyjuve.wordpress.com&#038;blog=3301465&#038;post=391&#038;subd=joeyjuve&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeyjuve.wordpress.com/2009/06/03/maafin-ayah-ya-nak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/656c988bf30bdaa3d93fa2fa38d38db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">JoEy D`JuVe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://joeyjuve.files.wordpress.com/2009/06/vio-n-the-pool.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Vio n the Pool</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
