Latest Entries »

Antipati Politik (Opini)

Image

Ini adalah tulisan santai… percaya deh, tulisan hasil pengamatan standar tanpa tools riset apapun, hanya tahapan observasi dan tidak ditujukan untuk mengambil kesimpulan apapun, murni hanya opini yang ingin di share ke siapapun, curhat tepatnya… View full article »

Detak Kehidupan Dalam Hati…

Chapter 3

Last Chapter…

Prolog…

Hari yang gaduh… dapur ini terasa penuh sesak dipenuhi pecahan perabotan…

Hari itu ku hampir gila… ironis untuk seorang bocah yang baru duduk di bangku SMP… semakin ironis kala ini harus terjadi setiap saat… hingga membuatnya menjadi seorang pemurung, sekaligus liar kala berada di luar bendungan pagar halaman rumah… emosi nya mudah meledak, hingga badan nya pada saat itu tak mampu berdiri karena perlawanan bodohnya terhadap kondisi yang tak mugkin dimenangkannya… tulang nya mungkin telah remuk ketika ia tersadar…

View full article »

3 more days

ini mind cloud yang baru aja terlintas… yup… iedul Fitri ini insyaAllah bisa terwujud…

yang pasti, berani mencoba…

#BeraniMenatapKeAtas

*harus*

Aku Benci Rasa Cinta Ku

Angan seketika terlontar jauh menghilang
Kedap telinga atas kutukan jiwa rapuh
Ungkap semua tanya menjadi air mata

Beku rasa hati baru perlahan mulai mecair
Elegi manis bahkan masih terasa damai kala itu
Noda hancurkan harapan yang terpahat angan
Cerca semua keyakinan hati hingga rapuh
Ingkari tapak jalan yang telah terlanjur tertatap

Rengkuh
Asa
Sisihkan
Amarah

Carikan ku hasrat tuk wajah yang terpana
Imingi dengan janji lain yang ku ragu
Nestapa ku percaya tak akan terasa
Terlanjur ku tatap lara semua impian
Akhiri saja rasa walau ku kan tersesat

Kosong tak peduli
Untai tak terurai

I need more than a “Valium”

Great… akhirnya terbukti pagi ini bahwa gw butuh istirahat dan rekreasi…

selama ini yang gw kira cukup hanya dengan tidur jam 9 dan bangun pagi, becanda sama bocah dan sama istri… ternyata salah besar…

semua urat sayaraf otak gw kaya berhenti berfungsi selama beberapa menit, dan imbasnya “BLANK” gw ga tau apa yang gw lakuin, as i realized gw pasti lg tensi tinggi… puufftt…

gw pernah menjalani fase ini kala kecil hingga gw awal lulus SMU (masa pertarungan fisik dan mental as a boy to teen)… tapi setelahnya i never be like this, … when the age of 17 its all stop… gw bener2 jalanin masa indah dalam hidup gw, bebas berkreasi, bebas berinteraksi, terpenuhi semua kebutuhan (kecuali uang), kondisi rumah indah banget, hubungan status dan simbiosis mutualisme yang uedan manteb (ga terlalu percaya cinta *ups*), hingga kemampuan berpikir dan akademis yang puoollll !!!

hiks… time is move on…
now i’m begging to have my own personal Valium with more dose every day…
I have to sleep fast or so late… i have to eat more or not at all… i have to home soon or so late… i have to jokes more or just keep silent… i have to play alone or play with so many people…

Jujur gw ga mau tuk ambil posisi tengah pada semua pilihan, karena gw malah takut posisi tersebut bukan titik aman… yup i’m a safety player now, daripada dosis Valium hanya akan bertambah dna membunuh jaringan syaraf, nampaknya lebih baik ku mengambil posisi aman…

is there any other medicine? yes there is…
I need my heart pump back… last time i see was in 10 August 2007 – 12 August 2007…

Soft…ly…Lo..ve… *close eyes*

i failed my self…
as i failed promise that i made 5 years ago, the time when i facing the mud that spread on my face…
i still remember that day in every sense and smell it with all my desperate soul…
the day that i only had two choice…
the day when sins were cured by mistakes…

Now… my path is, I’ll be here for u my little prince, no matter my soul is dying…
Coz… Holding u is pure son, crafting live with the shape of heart…

I love U Son… hope it shine ure old man, when he knew he just a poser in the fancy place… Just stare me with ure eyes like a hug in this fragile bones… then Breath the rejuvenate air for ure father lungs dear… coz i just cant do it task normally after i break my vows…

Do it for me my hero… as your father keep running for all of us…

*Sing* “Speak Softly Love”…
-blame it when the tears fall-
…when i Just knew it…

Heart of a Conqueror

-Muurand togloom, hulgand ukhel-

“Lelucon sang kucing adalah kematian si tikus”

Seminggu ini kalimat itu yang menjadi inspirasi hobby lama ku mempelajari sejarah dunia, khususnya mengenai para penguasa, sebuah kalimat yang merupakan adagium mongol yang menggambarkan kekuatan penaklukan oleh sang maha Khan, Jenghiz Khan.

Kalimat itu mungkin menggambarkan bagaimana, sebuah penaklukan adalah dua sisi mata uang yang saling bertolak belakang. tapi apakah selalu demikian? menilik tegap langkah pasukan bangsa Saracens di bawah panji jihad Sultan Saladin/Sallahudin Al-ayubi yang melintasi 2 benua, dimulai dari Mesir menuju kerajaan perpaduan 3 agama Jerusalem, (tuk beberapa rekan pecinta film kolosal tentunya tak melewatkan sajian tayangan “Kingdom of Heaven”), but more than that, apakah Salladin juga masuk kategori seorang Penakluk/Conqueror? or How about Attila satu lagi sosok tangguh dari bangsa nomaden ras perpaduan Mongol, Eropa dan Turki, seorang pemimpin yang berambisi menaklukan konstantinopel karena keyakinannya atas tanda-tanda magis yang diperolehnya, atau niatan Klan Wallace yang awalnya mempertahankan Irlandia, lalu kemudian menginvasi Inggris agar dapat merdeka sepenuhnya? Serta awal penyatuan Dinasti China (Dinasti Jin) oleh bangsa Sun Quan dari Wu pasca Aliansi nya dengan kesatria Shu (perpaduan dua  2 ahli strategi terbesar Zhuge Liang dibawah komando Liu Bei dan Zhou Yu) ketika menghalau penaklukan oleh Panglima Cao Cao dari bangsa Wei.

Dalam harga diri bangsa Mongol, berperang adalah menghancurkan dan menciptakan teror, sebuah paradigma yang berawal dari sebuah keinginan tuk membuktikan, bahwa bangsa yang dianggap barbar mampu menjelma menjadi bangsa berbudaya namun kuat, bahkan dinasti China kala itu harus membayar upeti kepada bangsa nomaden tersebut. Tentunya berbeda dengan upaya pasukan Mesir dalam mencapai cita cita kedamaian di Jalan Sutra menuju Jarusalem. Atau mungkin pandangan Montezuma dalam mengambil pilihan melawan logam panjang Pikeman bangsa spanyol di tanah Amerika.. then.. what the real means of Conqueror?

Plato said “For a man to conquer himself is the first and noblest of all victories” yang jika saya tak salah menerka, inilah pemikiran itu yang mungkin menjelma sebagai landasan Alaxander the Great untuk berani menembus benua Asia menuju India. Satu lagi definisi yang agak berbeda walau tetap dapat memberi makna yang serupa, El Campeador “means in Spanish something more special than championsebuah cuplikan dari Wikipedia untuk menggambarkan sosok El Cid penakluk Spanyol dan Andalusia, dimana Champion kala itu means fight, dalam kehidupan saat ini makna “Champion” memang telah bergeser, tetapi bukan tidak mungkin definisi lama kembali bangkit.

Ditengah paradigma Conquest identik dengan Kekuatan dan Armada Tempur, mungkin Ada melihat beberapa hal berikut yang dapat dijadikan rujukan dalam berpikir…

Seorang Dalai Lama mampu menaklukan dengan pola fikirnya hingga di kenal melewati pegunungan Tibet, Mahatma Gandhi yang menata prilaku menjadi senjata yang menggetarkan musuh, serta tulisan Shakespeare kala menata kata dalam “Troilus dan Cressida“, Hingga Sosok karakter karya Kharil Gibran membuka mata yang terlelap kala masa penaklukan

…Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara

kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,

tidak sesumbar kecuali di reruntuhan, dan tidak

memberontak kecuali ketika lehernya sudah

berada di antara pedang dan landasan…

Kahlil Gibran. Cinta, Keindahan, Kesunyian.

Sebuah sosok Penakluk, butuh lebih dari sekedar tangan yang tanggung tuh mengayunkan pedang, tusukan tombak, ketepatan anak panah, kekokohan benteng serta kesesuaian mematik mortar dan presisi hulu ledak. More than that !!! They need faith dan keyakinan itu yang bisa memberikan semangat lebih bagi kendaraan perangnya. Menjadi seorang penakluk yang berhasil bukan sekadar ditentukan oleh sampai sejauh mana prestasi yang bisa diraih,tetapi juga oleh kemanfaatan yang bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Tesis Hobbesis, homo homini lupus tentunya tidak selalu menjadi landasan hidup yang ideal bagi seorang penakluk.

Bahkan seorang Julias Caesar, tetap mati di tangan senat yang dianggap tak punya kekuatan bertarung dan hanya bisa berdebat, Garnisun pun mudah terpecah kala ia (Cesar) jauh dari tanah Galia.  Sosok Eric the Red akan tetap dipandang sebagai bangsa Viking layaknya bajak laut, jika goresan pena perjalanannya tidak menjadi sebuah sejarah yang terdengar turun temurun, hingga menetapkannya sebagai “the first permanent European settler”, penjelajahannya hingga GreenLand akan menjadi catatan abadi.

Serta satu lagi fakta menarik dari tokoh besar Jepang, sang Tokugawa, Hodeyoshi, ia membesarkan sebuah filosofi “Samurai Tanpa Pedang” dimana pendekatan diplomatis terkadang merupakan jalan yang terbaik, penakluk sekali lagi terbukti bukan hanya pemberang yang kuat, namun pemikir yang humanis, kala ia mengajarkan filosofi mengedepankan akal sehat dan berpikir di luar kotak  (baca sejarah penaklukan kota Asasuka). Ini pula yang menggambarkan bagaimana Pasukan Muslim menggunakan jalur diplomatis perdagangan serta penyebaran himbauan kepada warga sebuah kastil yang tengah terkepung untuk bisa menyerah dengan damai. Atau mungkin yang paling menarik ialah pernikahan Marie Antoniette dengan Raja Perancis Louis XVI.

“prajurit terbaik tidak pernah menyerang, prajurit terhebat berhasil tanpa kekerasan,dan penakluk terbesar menang tanpa perang”.

Sebuah dua sisi mata uang sempat ku singgung di awal tulisan ini, yang tentunya akan semakin tegas terlihat kala disandingkan dengan fakta atas nilai utama perjuangan para penakluk dari sisi kekuatan armada dan kekuatan mengatur diplomasi ialah pada keteguhan terhadap prinsip, berkemauan ekstra, bekerja keras, dan yang terutama tempaan hidup. Sebuah perjuangan yang lahir dari rangkaian perjuangan dan rasa pedih, coba kita sedikit berempati dengan beberapa hal dibawah ini:

  • Air mata Temujin kala sang ayah harus mendahuluinya seakan menjadi bukti kekuatan bangsa Merkit, Serta pengkhianatan Jamuga saudara angkatnya di Sumpah Anda
  • Kesabaran dan pengertian Sang Sultan symbol bangsa Arab Salahudin kala menyetujui gencatan senjata dengan Raja Phillip dan Bailan, serta mempertahankan kota Jerusalem dari “auman” sang titisan singa Raja Richard…
  • Keyakinan Attila kala mendengar ramalan kehidupannya, serta impian tembok megah kota Romawi, serta impiannya pada sang kekasih wanita berambut merah…
  • Impian para panglima pasca runtuhnya dinasti Han (CaoCao, Liu Bei, SunQuan), tuk menjadi sebuah kesatuan yang akhirnya tercapai di tahun 280 M…
  • Kecintaan Rodrigo Diaz de Vivar, terhadap keluarganya di Valencia di masa pengasingan dan bergabung dengan Muslim Andalusia (asal mula diperoleh gelar “El Cid” atau “Al Sid” = pemimpin)…
  • Tempaan hidup Hideyoshi, kemiskinan dengan segala kekurangan (julukan si monyet cukup menggambarkan kekurangannya) yang dipadu dengan keceriannya dan kecerdikannya kala mendampingi sang penguasa Lord Nobunaga dan menaklukan klan Takeda…

Sekelumit rentetan catatan yang telah menjadi sebuah goresan tinta emas dengan perpaduan filosofi peperangan dan paham, yang sedikit banyak juga menggugah para penakluk tanpa pedang… sehingga menarik jika kita melihat bagaimana El Cid sering menyuruh para prajuritnya dan juga dirinya sendiri untuk membaca buku klasik buatan para pengarang Roma, Muslim dan Yunani sebagai inspirasi selama pertempuran berlangsung. Budaya Sultan Salladin dalam berIkhtiar dan mengkaji kitab suci serta Hadist yang disandingan dengan karya filsuf dalam menyusun strategi, dilengkapi fase rehatnya kala memasuki Bulan Suci Ramadhan dan Musim Haji. Termasuk pula banyak  manusia hebat dan sukses yang terkagum serta menginspirasi filosofi Sun Tzu dalam maha karyanya “the art of war”.

Bagi ku ini landasan mengapa tokoh Proklamator Republik  Indonesia (Ir. Soekarno) menyatakan “sumpah Gajah Mada sebagai inspirasi dan “bukti” bahwa bangsa ini dapat bersatu, meskipun meliputi wilayah yang luas dan budaya yang berbeda-beda” di awal masa kemerdekaan, serta menjadi inspirasi bagi Revolusi Nasional Indonesia dari kolonialisme Belanda. sebuah bukti bahwa penaklukan dengan kekuatan dapat berpadu bersama dengan sebuah karya titisan para pujangga ternama hingga memberi inspirasi besar bagi kemerdekaan sebuah bangsa… Yup it us, Indonesian.

So can we learn from the best Conqueror…

*tulisan ini belum mampu menguak ambisi Napoleon, Mussolini, Lenin, Hitler dan lainnya para  penakluk dengan goresan tinta merah yang xtrim… karena memang penulis belum cukup tuk menyelami pola pikir sang maestro seni, layaknya Hitler kala meracik tinta di atas kanvas. One day maybe…

Rasulullah SAW bersabda: “seburuk-buruknya sifat yang ada pada seorang laki-laki adalah tamak karena takut miskin dan lari dari medan perang” (HR Abu Daud)

Simply B’Day Dear

Final ibu Birthday JPEG

Life – Plans – Struggle … “Kite” of Life

Kids Kite on Sunset

“Life is what happens, while you are busy making plans.” ~ John Lennon ~

“Earn what u plan, might be the biggest achievement in life, but planning itself was the true meaning of struggling in life” ~ Jovial Dien ~

These words just came out from my mind, as an another page for my personal motivation which came from my deepest feeling, after facing almost the entire year with a boiled blood inside my head, while attempting to row myself on the lakes of biggest prey upon all of my hopes.

As a pride, till now I’m surely claim myself as a person who learns a lot from the world, especially after what I’ve done, trough a shade of sadness, mountain of happiness, hills of joyous, ocean of tears, echo of laugh, cliff of pain, sky of insanity, cavern of honor and a desert of drama… and guess what? It’s all about the scenario and the dialog written on it; while I think these all are improvisation.

“Future will be mine”, I said those instead a bullet came and destroy my pride

“be Honorable just for a second”, another mumbling threw out from my brain cells

But the most of it was…

“Stand Still Dear, Just imaging that u still human, so happiness and pain may collide”… the best praise for my soul within the last few month.

I’ve done so many choice, and I fight for those to make it right, This instrument is what I called as “Plan Machine”… coz when u find a way to make it as steady as on a rail, then U are alive in it. So, will it be the answer for producing the best achievement in life? Not precisely, planning in my life is a kind of presence of moving forward, so my kinds of planning were the variety option that I choose. That’s why I put struggle as the spirit which means I describe struggling as the real meaning of achievement. Align with the nature “do things and let the decision on fate made by God”. - Like a Kite -

I just can make the entire struggle as an ideal story book for my old days later, while my son will learn from the path that I’ve craft for him, while I keep trying to closed the failure scene and replace the negative image with another perspective of thought.

So… will u struggle… or just planning… from the point of view a chance to achieve…

…written in the silence of hopes…

Maafin Ayah ya Nak…

Vio n the Pool

Maafkan Ayah nak… Ayah ga tau harus berkata apa sama kamu sayang… Ayah ga bisa memberikan sesuatu yang spesial buat kamu kala usia mu genap 1 tahun… bahkan hingga detik ayah menuliskan untaiaan kalimat ini pun, Ayah masih bingung…

Kamu tau nak… setahun yang lalu kala tangis kecil mu terdengar oleh telinga, Ayah menangis… Ayah hanya bisa menggumamkan kalimat cinta dari lidah yang kelu… senyum tipis Ibu mu kala itu nak yang membuat ayah sangat merasa tenang… Kalian yang membuat ku terjaga pada hari itu… sungguh anugrah buat hidup Ayah…

Hari itu Ayah membuat sebuah target tuk di masa depan… sebuah target yang ingin Ayah raih dalam 1 tahun ke depan… Ayah ingin sekali memberikan sesuatu yang istimewa tuk diri mu Nak… terlalu banyak kata-kata yang ayah kemas menjadi sebuah hadiah… sehingga kala itu Ayah berharap agar di tahun esok, bisa memberikan seesuatu hal yang lebih berrnilai dan berarti sebuah hadiah untuk mu hingga kamu besar nak… Tapi hingga detik ini Ayah ga berhasil tuk penuhi itu nak… Maafin Ayah ya… Ayah dah berusaha tuk mewujudkannya sejak 4 bulan yang lalu, namun nampaknya Ayah belum bisa mencapainya…

Malam tanggal 1 Juni kemarin hanya bisa Ayah lewatkan dengan berdoa dalam hati, agar pertambahan usia mu bisa membuatmu semakin besar dan bahagia… semoga Allah bisa mendengarnya ya Nak…

Love U Son…

I Will Keep Trying For Us…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.